Ketum HIPMI Ungkap Banyak Pengembang Dapat Nilai Jelek OJK

Bagikan

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam kurun lima tahun terakhir sejak Pandemi Covid-19 mewabah Indonesia, bisnis para pengembang properti pun turut terdampak. Hal ini pun disebabkan karena daya beli masyarakat kian menurun. Dengan begitu, demand (permintaan) terhadap properti terimbas. Bahkan, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Ketum BPP HIPMI) Akbar H Buchari bercerita, pengembang yang tergabung dalam organisasinya mengalami penilaian kolektabilitas terhadap Sistem Layanan Informasi Keuangan yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

*Baca Selengkapnya di : https://www.kompas.com/properti/read/2025/09/08/100000621/ketum-hipmi-ungkap-banyak-pengembang-dapat-nilai-jelek-ojk.